Laman

Jumat, 04 Mei 2012

NAPAK TILAS LELUHUR BHUJANGGA WAISNAWA

                       Semua kehidupan di dunia ini tidak bisa dipisahkan dari perjalanan para leluhur. Di bali leluhur merupakan tangga utama dalam mencapai Tuhan. Kehilangan jejak leluhur merupakan salah satu hal yang mengakibatkan para saudara di bali banyak mengalami permasalahan dalam kehidupan dunia nyata. Permasalahan ini ternyata juga banyak terjadi pada warih bhujangga waisnawa. Oleh karena itu, dengan segala kekurangan saya mencoba menguraikan jejak perjalanan para leluhur bhujangga, smoga bisa menambah dan membuka wawasan para semeton terhadap jejak perjalanan para Leluhur. I. Jejak Perjalanan Maha Rsi Markhandeya Perjalanan maharsi markhandeya di tanah bali dimulai dari : 1. Pura Rambut Siwi Lokasi Pertapaan Beliau ada di tebing depan pura melanting Tempat ida rsi membuat benteng/perlindungan bali terutama dalam Menyeleksi orang-orang yang hendak masuk ke bali (dari jawa). 2. Pura Tledu Nginyah Tempat Ida Maha Rsi bertapa dan membuat pesraman yang pertama. Beliau mampir ke tempat ini karena tempat ini mirip sekali dengan pertapaan beliau di Gunung Raung Jawa yaitu Gumuk Kancil. Oleh karena itu tempat ini dikenal dengan Gumuk Kancil Bali. Ditempat ini beliau bertapa untuk memohon petunjuk ke arah mana beliau harus melanjutkan perjalanan supaya bisa menemukan pusat sinar di bali yang beliau lihat dari gunung raung jawa. Slama bertapa disini beliau juga membentuk pesraman untuk melatih dan meningkatkan kemampuan dari pengikut2 beliau yang akan diajak ngatur ayah di bali. Dari hasil bertapa disini kemudian beliau mendapat petunjuk untuk menyusuri aliran sungai sampai ke hulu dan ketemu suatu tempat yang tinggi (bukit). Bukit yang tinggi inilah yang kemudian hari dikenal dengan Gunung Bhujangga ( Puncak Sepang Bujak). 3.
                     Gunung Bhujangga (Puncak Sepang Bujak) Di tempat inilah ida Maharsi Markhandeya bertapa supaya bisa menemukan pusat sinar di Bali yang beliu lihat dari Gunung Raung Jawa. Setelah bertapa sekian lama di Gunung Bhujangga barulah beliau mendapatkan petunjuk yang pasti ke arah mana beliau harus berjalan untuk dapat menemukan Pusat Sinar Suci di Bali. Jadi di gunung bhujangga inilah pertama kali beliau bisa melihat gambaran pulau bali seutuhnya melalui penglihatan mata batin. Oleh karena di tempat ini beliau pertama kali melihat bali seutuhnya maka tempat ini pulalah yang beliu pilih untuk melihat bali untuk terakhir kalinya dalam hidup beliau. Dengan kata lain, Puncak Gunung Bhujangga merupakan tempat Ida Maha Rsi Markhandeya Moksa. Beliau Moksa di atas Batu Hitam yang sampai saat sekarang ini masih ada di Puncak Gunung Bhujangga. 4. 
                         Dari Gunung Bhujangga banyak tempat yang beliau singgahi hingga beliau sampai di Gunung Agung. Tempat-tempat tersebut, antara lain : #Puncak Manik Pulaki, disini berstana Ida Ratu Niang Bhujangga Suci dan Ida Ratu Niang Rsi Bhujangga Sakti. Ida Ratu Niang Bhujangga Suci ini lah yang mengajarkan tentang perdagangan di bali. Dan Beliau inilah guru dari Ratu Ayu Mas Melanting. Beliau ini juga yang memiliki Kendi Uang yang ada di Melanting yang pada prakteknya akan disebarkan ol Ratu Ayu Mas Melanting kpd para pedangan di bali. Ida Rt Niang Rsi Bhu jangga sakti, merupakan orang yang mengajarkan tentang pembuatan Baju dari kraras (daun pisang). Beliau berdua juga yang meletakkan Pondasi pembuatan banten di bali. #Pura Penegil Dharma, pura ini disinggahi ida rsi pada putaran kedua per jalanan beliau mengelilingi bali. Di tempat ini ida rsi, diminta tinggal ol seorang anak keturunan bangsawan untuk mengajarkan tentang penget uan agama dan pengetahuan kehidupan. Dari tempat inilah cikal bakal ke rajaan pertama yang ada di Bali. #Pura Ponjok Batu, disini beliau hanya singgah sebentar. Perjalanan ida di tempat ini kemudian akan dikembangkan lebih lanjut oleh ida rsi Madura. Masih banyak tempat-tempat yang dikunjungi beliau dalam perjalanan Menuju Besakih yang kelak kemudian hari akan menjadi Pura-Pura Jagat di Bali 5. Gunung Agung (Pura Besakih) Di tempat ini maharsi markhandeya melakukan pertapaan untuk nindaklanjuti petunjuk yang beliau dapatkan di Gunung Raung Jawa tentang bagaimana membuka alam bali supaya dapat dibentuk dan di diami oleh manusia. hasil pertapaan beliau yang pertama beliau menda pat petunjuk untuk menanam panca datu di lereng gunung agung yang sekarang menjadi tempat pura pengubengan. Di tempat ini beliau pertam a kali melakukan perabasan hutan dan kemudian menanam panca datu. akan tetapi setelah hutan di rabas dan beliau menanam panca datu, yang terjadi adalah para pengikut beliau banyak yang sakit bahkan hingga me ninggal dunia. oleh karena itu beliau bertapa lagi dan mendapat petunjuk bahwa tempat yang beliau pilih untuk menanam panca datu salah.
                    Kemu dian beliau bertapa kembali untuk memohon dimana tempat yang tepat untuk menanam panca datu. akhirnya beliau mendapat petunjuk bahwa tempat itu ada di kaki gunung Agung yang nantinya di kenal dengan pura Basukihan. Akan tetapi karena proses penanaman panca datu ini memerlu kan banyak orang serta bahan2 yang utama. Maka sebelum menanam panca datu ini beliau memutuskan kembali pulang ke jawa untuk memper siapkan segala keperluan yang akan di pake untuk prosesi penanaman panca datu. Setelah segala keperluan yang dibutuhkan untuk prosesi pe nanaman panca datu ini selesai maka beliau kemudian kembali ke bali. akan tetapi sesampainya beliau dibali, beliau tidak langsung menanam panca datu, melainkan beliau mengundang dulu semua pendeta-pendeta yang beliau temui dan kenal dalam perjalanan beliau dari India sampai ke bali. Para undangan dari berbagai daerah dan negara ini kemudian beliau buatkan tempat-tempat peristrirahatan yang sekarang ini dikenal dengan pura-pura penyangga pura besakih seperti : pura batu madeg, kiduling kreteg, ulun kulkul, pura gelap, pura kongco dll. Pura-pura ini disamping sebagai tempat peristirahatan, lokasi-lokasi pura ini juga merupakan temp at menaruh segala kelengkapan prosesi penanaman panca datu di pura Basukihan. 
                Setelah semua undangan dan kelengkapan siap, barulah prosesi penanaman panca datu dilakukan di lokasi pura Basukihan Sekarang. 6. Pura Basukihan Pura ini merupakan tempat ida maharsi markhandeya menanam panca batu yang berfungsi untuk membuka pertiwi tanah bali supaya bali bisa ditempat manusia. Penanaman panca datu pada waktu tersebut dilakuka n oleh ida rsi dengan didoakan oleh semua pendeta yang diundang untuk hadir ol ida dan disaksikan oleh seluruh penduduk bali pada waktu itu. Pura Basukihan inilah sebenarnya merupakan cikal bakal pura besakih yg sekarang, dengan kata lain pura basukihan inilah pura Besakih itu sendiri. 7. Pura Besakih Pura Besakih terdiri dari 7 mandala utama. Penataran Agung ada di man dala ke-2. Pelinggih Kongco ada di Mandala ke-4. Lokasi pesraman agung besakih yang merupakan pesraman ida maharsi markhandeya berada di mandala ke-3, 4, 5. Makanya di mandala ke-5 ada pelinggih meru tumpa ng tiga yang merupakan tempat duduk ida maharsi markhandeya pada waktu memberikan tuntunan kepada para murid beliau di pesraman besa kih. Akan tetapi tempat pertapaan ida maharsi markhandeya berada di Mandala ke-7 yang merupakan mandala tertertinggi di Pura Besakih. Di mandala ini tidak terdapat pelinggih apapun cuma tanah. Pada waktu itu jikalau ida rsi selesai bertapa di puncak gunung agung maka beliau kemud ian akan turun ke pesraman besakih. akan tetapi sebelum beliau memberi kan tuntunan kepada para murid beliau, biasanya beliau bersemedi dulu sebentar di mandala ke-7 ini untuk meresapi petunjuk-petunjuk yang be liau dapat pada waktu bertapa di puncak gunung agung. 8. Pura Puncak Sabang Daat (Puakan) Setelah ida selesai menanam panca datu di besakih serta telah merasa cukup pembekalan yang beliau berikan kepada para murid ida atau pengikut2 ida lewat Pesraman besakih.           
                Kemudian beliau memulai per jalanan beliau untuk benar-benar membuka pulau bali. Dimana sebe lum ida bisa membuka bali secara menyeluruh untuk bisa ditempati oleh para pengikut beliau maka beliau kemudian bertapa di suatu tem pat yang sekarang ini dikenal dengan Puakan. Jadi di tempat inilah Ida maharsi markhandeya ngeruak (mulai membuka hutan bali) tanah Bali supaya bisa ditempati dan berhasil membuka hutan bali unt uk di pake sawah, kebun, rumah dll. Setelah selesai bertapa kemudian beliau membuat pesraman agung yang mana tempatnya sekarang diken al dengan nama Pura Gunung Raung Bali. 9. Pura Gunung Raung (Bali) Di tempat ini Ida maharsi markhandeya mengada kan rapat dengan para pengikutnya terutama untuk menindaklanjuti proses pembukaan tanah bali secara menyeluruh. Di tempat ini pula beliau mulai mengklasifikasikan para pengikut beliau sesuai dengan keahlian masing-masing. Pemecahan pengikut sesuai dengan keahlian inilah yang kelak kemudian hari di bali dikenal dengan sebutan para bhujangga, pasek , pande, dukuh dll. Dan inilah yang menjadi cikal bakal orang bali mule (bali aga). Sehingga dengan ini bagi siapapun dijagat bali kehilangan kawitan maka mereka bisa tangkil ke Pura Gunung Raung dan Puncak Sabang Daat, karena di tempat inilah pertama kali ida maharsi markhandeya mengklasifikasikan para peng ikut beliau (orang bali mule/bali aga) menjadi klan-klan yang di bali sekarang terkenal dengan bhujangga, pasek, pande, dukuh. Setelah semua persiapan cukup maka para pengikut beliau di pecah dan disebar ke seluruh wilayah bali disesuaikan dengan keahlian. Tempat-tempat yang menjadi pemukiman orang bali mula ini biasany Dekat dengan daerah pegunungan dan dekat dengan sumber mata air. Maka berkembanglam peradaban manusia di bali. Dimulai dari Batur, Tamblingan, beratan, buyan dll. 10. Pura-Pura di seputaran Payangan dan Ubud Setelah selesai mengajarkan cara bercocok tanam, cara hidup berso Sialisasi, cara bertahan hidup dll kemudian ida maharsi makhandeya Melanjutkan perjalanan ida di seputaran daerah yang sekarang di Kenal dengan payangan, ubud dan seputarannya. Diseputaran tempat Ini beliau membuat pura-pura berikut ini : #Pura Campuhan Ubud #Pura Dalem Pingit #Pura Puncak Payogan #Pura Dalem Suargan #Pura Murwa Bumi #Pura Gunung Lebah 11. Pura-Pura di seputaran Batur Setelah memecah pengikut-pengikut beliau ke seluruh pelosok wil Ayah bali kemudian ida maharsi markhandeya melanjutkan perjalan An ida ke daerah batur. Jejak langkah maharsi markhandia di batur Dapat ditemukan di pura-pura Berikut ini : # Pura Dalem Balingkang Di Komplek pura dalem balingkang ini terdapat salah satu pura Yang bernama pura bhujangga. Sementara di pura penataran Agung dalem balingkang meskipun tidak ada pelinggih bhujangga Akan tetapi yang berstana disana adalah ratu gede bhujangga lingsir # Pura Ulun Danu Songan (Padma tiga) Di pura ini meskipun tidak terdapat tulisan pura atau pelinggih ida Bhujangga akan tetapi dari bentuk bangunan yaitu padma tiga seba Gai simbol pemujaan tri murti yang diajarkan oleh ida maharsi mar Kandia dibali maka pura ini merupakan salah satu peninggalan ida Rsi. # Pura Air Hawang (Dibawah Puncah Gunung Abang)
                 Sebagaimana yang tercantum dalam lontar batur kelawasan petak Dinyatakan bahwa silsilah bhujangga di bali dimulai dari batur. Te Patnya di gunung abang sebagai stana Hyang Sunia Tawang. Akan Tetapi sangat ironi sekali karena hampir sebagian besar warga bhu Jangga di bali tidak tahu akan pura ini. Pada saat letusan gunug ba Tur yang kesekian, pura ini terkena dampaknya sehingga kemudian Para semeton bhujangga yang ada ditempat ini kemudian mengung Si ke atas (kalanganyar). Karena lama tidak bisa kembali ke bawah Maka mereka membuat pengayatan ke pura air hawang dan gunung Abang, dimana pura ini yang sekarang terkenal dengan nama pura Tuluk Biyu. # Pura Tuluk Biyu Batur Sebagaimana telah diceritakan di atas, pura ini dibuat sebagai pemu Jaan betara di gunung abang. Di dalam pura ini terdapat pelinggih Yang sangat dipingitkan oleh para pengempon pura yaitu berupa 2 buah Meru tumpang tiga yang merupakan stana dari ida ratu Bhujangga sakti dan ida ratu bhujangga luwih. # Pura Jati Pura Jati batur merupakan pura yang paling disakralkan oleh masya Rakat batur. Bahkan ada kepercayaan tidak tertulis yang menyata Kan bahwa tirta pura jati merupakan tirta tersuci di dunia. Di pura Ini di puja pelinggih utama berupa meru tumpang tiga yang merupa Kan stana dari ida ratu bhujangga sakti. Dalam beberapa lontar di nyatakan bahwa ida yang berstana di pura ini adalah ida rsi sunia hening yang merupakan orang tua dari mpu kuturan dan mpu bera dah (untuk cerita mpu kuturan dan mpu beradah sebagai rsi bhujang ga akan penulis ceritakan di lain kesempatan). # Pura Tampurhyang Jikalau kita naik ke gunung batur atau kita melihat gunung batur dr Jalan raya kintamani atau jalan raya batur-singaraja maka di sekian Ratus hektar hamparan bebatuan hitam bekas larva gunung batur Yang berada di kaki gunung batur dan sekitarnya kita akan melihat Keajaiban dimana diantara sekian ribu hektar hamparan hitam Kita akan melihat sekitar 500 m2 hutan hijau. Tempat inilah yg Disebut dengan tampurhyang yang merupakan lokasi pura batur Yang pertama. Dari 26 kali letusan gunung batur, sekalipun tem Pat ini tidak pernah kena larva (sungguh suatu keajaiban). Padahal Tempat ini tepat berada di barat laut kaki gunung batur. Ditempat Ini tidak ada pura akan tetapi inilah titik pusat Waisnawa di batur. Setelah gunung batur meletus yg kesekian kali, akhirnya para Penduduk desa batur kuno mengungsi ke atas. Karena desa mereka Yang lama tidak bisa ditempati lagi akhirnya mereka membuat per Mukiman yang baru yang sekarang ini dikenal dengan lokasi pura Batur yang baru yaitu di kalanganyar. #
                   Puru Ulun Danu Batur (kalanganyar) Pura ini terletak di pinggir jalan raya Bangli-Singaraja. Lokasi pura Ini bersebelahan dengan Pura Tuluk Biyu Batur. Di tempat ini di Puja ida sesuhunan hyang betari sakti dewi danu. Pura ini terbagi Menjadi beberapa kompleks pura, dimana di sebelah kanan (selatan ) penatara utama terdapat kompleks pura yang mana salah satu pe Linggih utamanya adalah meru tumpang tiga sebagai stana ida ratu Bhujangga Sakti. # Pura Bukit Mentik Pura Bukit Mentik merupakan salah satu pura yang catur loka pala Gunung batur dan danu batur. Di tempat ini dipuja ida ratu ayu Sembah suhun. Di Natar utama pura ini, di bagian gunung rata yg Paling tinggi terdapat komplek pura, yang mana pelinggih utama Nya berupa meru tumpang tiga sebagai stana ida Sanghyang Bhujangga Sakti. # Pura pucak penulisan/ Pucak Panarajon Pura ini merupakan pura pemujaan raja-raja waisnawa di bali. Di Pura ini terdapat komplek pura yang dinamakan pura Bhujangga # Pura Puncak Bukit Indrakila di pura ini terdapat 2 meru tumpang dua berhadap-hadapan dimana disana tertulis nama pelinggih dalam aksara bali yang jika diterjemah kan menjadi Pelinggih Bhujangga. Akan tetapi begitu ditanya kepada para pemangku disana mereka bilang mereka tidak tahu siapa yang berstana disana. Sangat ironi sekali. bagaimana jika suatu saat plang nama pelinggih ini tintanya kabur. Maka akan kabur lagi jejak perjalanan ida betara rsi yang sekaligus akan menambah daftar beban para saudara bhujangga yang ada kaitan dengan pura ini. mudah2an setelah membaca tulisan ini ada saudara yang terketuk untuk hadir disana. # Pura Puncak Bukit Sinunggal pura bukit sinunggal adalah pura stana Ida Betara Rsi Manik Asta Gina. Beliau adalah satu rsi bhujangga yang berbuat di bali. Beliau bertugas memegang Cupu Manik Asta Gina. Dengan kata lain beliau bertugas memegang harta berana jagat. Disinilah sepatutnya para keluarga bhujangga memohon / berdoa supaya diberi kelancaran dan kemudahan dalam mencari rejeki di bali. SEJARAH PURA RAMBUT SIWI Cerita ini dimulai ketika ida maharsi markandia bertapa di gunung raung jawa. Pada waktu beliau bertapa digunung raung jawa, beliau melihat sinar suci yang berasal dari suatu daerah (yang nantinya dikenal dengan bali). Singkat cerita, sesuai dengan petunjuk maka kemudian beliau menelusuri ke tempat sinar itu muncul. Kemudian berangkatlah beliau menuju ke bali. Perjalanan pertama beliau dari jawa menuju bali adalah masuk lewat pantai (yang sekarang menjadi lokasi pura rambut siwi). Sesampainya ditempat ini kemudian beliau beristirahat beberapa hari sambil beliau mencari petunjuk kearah mana beliau harus berjalan. Selama beristirahat di tempat ini, beliau senang duduk di sebuah tebing yang agak menjorok ke laut. Kenapa beliau senang duduk di tempat ini karena dari tempat ini beliau bisa mengamati keseluruhan hamparan pesisir pantai barat bali. Dari tempat ini akan bisa dilihat jika ada perahu atau orang yang mau masuk ke bali lewat pantai bali barat. Selama bertapa beberapa pekan di lokasi tebing ini (posisi tebing ini sekarang ada di tebing depan pura melanting yang ada dikomplek pura rambut siwi), beliau mendapat petunjuk dari sanghyang jagatnata (alam semesta) tentang pulau bali. Isi petunjuknya adalah pulau bali merupakan pulau yang sangat suci tempat stana para dewa-dewi, hal inilah yang menyebabkan pulau ini susah bisa dimasuki/didiami oleh manusia, oleh karena ida maharsi markhandia telah diundang sebagai orang pertama yang diijinkan masuk kebali untuk menata pulau bali, maka untuk melindungi pulau bali dari orang-orang yang mencoba mengikuti perjalanan ida maharsi markandia, maka sanghyang jagatnata(alam semesta) menitahkan ida rsi untuk membuat pelindung/benteng dipantai bali barat sehingga hanya orang-orang yang mendapatkan izin dari alam bali saja yang akan bisa masuk ke bali. Kemudian ida rsi bertapa di tebing ini memuja dewa wisnu dan dewa baruna yang menguasai lautan.
                  Karena ketulusan dan ketekunan tapa beliau akhirnya doa ida rsi markandea dikabulkan oleh para dewa yang berstana dilautan. Sekonyong-konyong, disepanjang tengah laut barat bali kemudian muncul jaring-jaring seperti jaring net untuk bola voli yang bersinar seperti nyala lidah api. Jaring-jaring ini terbuat dari rumput laut (dibali dikenal dengan bulung rambut) yang dijalin/dirangkai seperti jaring. Jaring ini berfungsi sebagai filter untuk orang yang akan masuk ke bali. Jika orang pantas masuk ke bali maka jaring net ini akan turun ke laut sehingga orang bisa masuk ke bali. Jika orang tidak pantas masuk ke bali maka jaring ini akan naik ke atas sehingga akan terjadi fenomena dilautan sehingga orang/perahu yang mencoba masuk tidak akan bisa menyeberang. Fenomena inilah yang kemudian membuat ida rsi markhandia menamakan tempat ini sebagai Rambut Siwi yang artinya jalinan/untaian rumput laut yang berbentuk seperti rambut. Karena kekuatan tapa dalam melindungi laut barat bali inilah maka ida maharsi markandia kemudian diberi gelar Sanghyang Baruna Gni. Dan laut dipantai bali barat diberikan nama Dalem Segara Gni. Saya bercerita ini bukanlah suatu karangan akan tetapi kisah nyata. Jika ada cerita tentang perjalanan ida peranda sakti wawu rauh terkait dengan rambut siwi, itu tidak lebih seperti orang jaman sekarang yang melakukan tirta yatra ke suatu pura. Dan sesuai dengan babad dwijendra tattwa yang mengisahkan perjalanan peranda sakti wawu rauh, di dalam babad itu jelas diceritakan bahwa ketika peranda sakti wawu rauh sampai ke lokasi pura rambut siwi sekarang, saat itu sudah ada pura disana itulah pura peninggalan ida maharsi markhandia. Mudah-mudahan dengan cerita ini para semeton warga bhujangga waisnawa tidak akan lewat begitu saja ketika melewati pura rambut siwi. PURA TLEDU NGINYAH Setelah selesai dengan tugasnya untuk membentengi/ membuat perlindungan di pintu masuk bali barat (sepanjangan pantai bali barat) di pura rambut siwi, kemudian ida rsi markhandia melanjutkan perjalanan kea rah timur.
                      Singkat cerita sampailah beliau kesuatu tempat yang strukur geografis tempatnya sangat mirip dengan lokasi pertapaan beliau di gunung raung jawa yang sekarang ini dikenal dengan Gumuk Kancil (gunung Kecil). Tempat ini zaman sekarang dikenal dengan Gumbrih. Tempat yang mirip dengan gumuk kancil jawa itu sekarang dikenal dengan tledu nginyah. Tledu nginyah adalah suatu tempat dengan struktur tanah yang seperti bukit kecil dimana ditempat ini pada zaman dahulu banyak didiami oleh hewan kalajengking (tledu). Sesampainya diitempat ini ida maharsi markhandia teringat dengan tempat pertapaan beliau dijawa, sehingga kemudian ida beristirahat dan bertapa dipuncak bukit kecil ini untuk memohon petunjuk kemana beliau harus melanjutkan perjalanan. Selama berdiam ditempat ini ida maharsi markhandia mengambil seorang istri yang nantinya akan dikenal dengan I ratu niang bhujangga ratih / ida ratu niang bhujangga sakti yang berstana di pura beji pinggir sungai. Dari istrinya ini beliau memiliki 2 anak perempuan. Wanita yang lebih tua nanti akan dikenal dengan ida rsi kania widya padmi yang berstana di pura bhujangga sakti, bunut bolong. Anak yang bungsu dikenal dengan Ratu Ayu Pasupati yang berstana dipura segara (yang sementara ini dikenal dengan pura tledu nginyah yang berlokasi di pinggir laut). Selama tinggal di tledu nginyah ini, ida maharsi markhandia membangun sebuah pesraman dimana lokasi pesraman di bagi menjadi 2 tempat. Tempat yang pertama adalah di lokasi pura segara yang ada dipinggir pantai yang dinamakan dengan pesraman agung. Fungsi tempat ini adalah sebagai tempat penyeleksian awal bagi orang-orang yang mau menjadi murid ida rsi. Di tempat ini beliau mengajarkan tentang ilmu agama, ilmu kanuragan serta ilmu-ilmu kesaktian lainnya. Jika murid-murid bisa lulus menuntut ilmu dari pesraman agung ini maka kemudian para murid yang lulus ini akan dikirim ke tempat pesraman berikutnya yaitu yang disebut dengan pesraman tledu nginyah. Untuk bisa menjangkau tempat ini maka para murid yang telah lulus akan disuruh berjalan menelusuri pinggiran sungai, sampai akhirnya sampai dilokasi batu besar yang ada lobang seperti ketu. Tempat ini sekarang dikenal dengan beji pura tledu nginyah. Sebelum para murid menghadap ida rsi markhandia di peyogan tledu nginyah maka sesampainya dilokasi beji ini para murid terlebih dahulu akan membersihkan diri/melukat. Setelah bersih barulah beliau menghadap ke ida rsi di peyogan tledu nginyah. Peyogan tledu nginyah ini merupakan tempat ida rsi markhandia menyempurnakan pelajaran dan sekaligus memberikan cap kelulusan kepada para murid-murid beliau di seputaran daerah yang sekarang dikenal dengan jembrana. Di tempat ini juga beliau pada perjalanan kedua beliau kebali, dipakai sebagai tempat rapat/ bertemu dengan para pendeta yang sudah beliau sebar pada waktu perjalanan pertama ke bali. Setelah sekian lama tinggal di tledu nginyah ida rsi markhandea belum mendapat petunjuk yang jelas mau ke arah mana beliau akan meneruskan perjalanan.
                 Selama di tledu nginyah beliau hanya mendapatkan petunjuk yang isinya seperti berikut : Jika kamu ingin melihat daerah bali dengan lebih jelas maka naiklah kamu ke puncak bukit yang ada di hulu sungai di bawah ini. Dengan mengikuti petunjuk ini maka kemudian ida maharsi markhandia melanjutkan perjalanan menyusuri pinggiran sungai sampai ke hulu. Sesampainya dihulu sungai kemudian beliau melihat sebuah bukit. Bukit inilah yang jaman sekarang dikenal dengan Gunung Bhujangga yang terletak diperbatasan antara Negara dan buleleng, tepatnya di daerah sepang buleleng. Di tempat inilah kemudian ida rsi markhandia bersemedi. Dari hasil semedi beliau ditempat ini, barulah ida bisa melihat gambaran pulau bali secara keseluruhan lewat alam niskala. Dari tempat inilah ida maharsi bisa melihat lokasi munculnya sinar besar yang mengundang beliau datang kebali. Dimana lokasi sinar itu adalah taro. 
                   Jadi gunung bhujangga inilah sebenarnya yang merupakan tempat paling awal ida rsi markhandia memulai perjalanan beliau membuka pulau bali. Karena di gunung bhujangga ini beliau mengawali pembukaan pulau bali maka di tempat ini pulalah beliau berpulang ke alam sana atau moksa. Jadi gunung bhujangga merupakan pertemuan tempat awal dan akhir kehidupan ida maharsi markhandia di Bali. SUMBER : GURU MADE DWIJENDRASULASTRA

5 komentar:

  1. OSA Sobat and salam kenal dari tyang, terima kasih dan tyang apresiasi penjelasannya. Namun ada beberapa hal yanmg tyang temui di dunia maya ini, yang sangat mengelitik hati kecil tyang, sehingga dalam benak tyang timbul beberapa pertanyaan, mudah - mudahan sobat bisa memeberikan tyang jawabannya walau tidak terkait secara langsung dengan tulisan sobat ini. Kira2 mana ya yang terlebih dahulu ada diantara Bujangga Waisnawa dengan Dalem Myukut yang ada di Nusa Penida? khususnya keberadaanya di Nusa Penida? Kenapa setelah tyang bandingkan antara bunyi Prasasti Bujangga Waisnawa yang di Sekartaji kok bisa kebanyakan kata2 di dalam Presasti itu sama dengan Prasasti Dalem Myukut yang juga ada di Nusa Penida? Emang sih kalau nama - nama berbeda, tap alurnya ceritanya tyang perhatiin kok banyak yang sama? Mohon penjelasannya agar beberapa pertanyaan di benak tyang sedikit demi sedikit bisa tyang hapus. Terima kasih. Suksma. OSI

    BalasHapus
  2. Trima kasih bli mangku atas pertanyaann bli mangku,,,tyg sangat senang dengan pertnyaaan ini,,.karena sesungguhnya tyg sangat merindukan orang2 yang tyg bs ajak diskusi ttg ini,tpi maafkan sebelumkan kalo jawaban tyg tdk berkenan d hati Bli Mangku,,..karena t5yg taw Bli Mangku Sebenarnaya Lebih tau dg Hal ini,,.,,

    Kalo ttg yang mana lbih dulu ada d nusa,,jujur tyg tdak ada sumber yang menjelaskan ttg itu,,.,,tpi dari isi kedua prasasti tsb secara historis n,logis dan empiris telah tyg pertimbangkan dengan dinas budaya dan pariwisata bidang purbakala,,.,bahkan dinas langsung mengadakan reset ke tempat@ yang dianggap berhubungan dengan prasasti tsb,,.,disana purbakala menyimpulkan bahwa,,.,.,kedua prasasti itu menceritakan satu topic yang sama,,.,baik dari alur cerita maupun tokoh2 dalam prasasti tsb,,.,

    seperti misalna antara Mur dengan Murdana,,Ngurah Dengan Ngurah Candra wijaya,,.,dll,,isinya pun demikian,,.,yang sekartaji ada yang berisi Keturunan Bhujangga jati mengandung arti yang sama dengan Prasasti Dalem Myukut yang pd poin """Brahmana Mcegek,,.""dll

    disamping itu alur cerita,tugas ,hak dan kwajiban hampir 90% sama,,

    Dalam hal ini Purbakala Menyimpulkan Bahwa Tokoh dalam Prasasti tsb adalah tunggal Dengan Dua tugas yang Berda,,.,yaitu Brahmana dan Raja,,.,Sehingga Menjadi Brahmana Raja/Ngraja Rsi,,.,

    Pada jaman dahulu,,.,satu orang bs punya banyak nama,,.,Misalna MahaPrabu Air langga,,.,nama lain beliau adalah Rsi Jatayu,,.,Beliau jadi Raja dan setelahnya Brahmana,,.,Karena bgtulah Konsep Waisnawa jaman dulu,,yaitu nganggehin Catur Warnyam,,.,Bukan Catur Wangsa,,.,Empat Profesi manusia,,.,

    walaupun dalam Penggolongan Bahasa na berbeda,,.yang satu memakai jawa tenghan ato Kawi tengahan ,dan yang satu memakai Bahasa Kawi yang bercorak Bali,,.,naahh,,Hal ini bs terjadi karena beberapa Hal,,.,Bisa saja Hal ini Karena Penulisna ,ato Karen REntangan waktu menulisanna ,dlll


    Bgtu juga secara fakta d lapangan,,.,klompok2 masyarakat yang menyatakan dirinya Bhujangga Waisnawa dan Dalem Myukut Mereka Punya ciri2 yang sama,,.,yaitu:
    1,,sama2 memanggil orang tua Guru
    2,sama2 brgelar Jero:Jeroan sompang,SaKTI,pANGKUNG,sEKARTAJI,sUANA,DLL
    INI MENANDAKAN SEBENARNYA tokoh yang di ceritakan adlah tunggal,,,

    inggih Bli sgtu adja yang bs tyg jelaskan karena keterbatasan tyg sane mrage wimuda lan sangkaning ketambetan tyg,,.,mohon bli memberikan tyg penjelasan lbih gamblang,,.,karena tyg taw bli pasti taw n bisa,,..
    dan mohon maaf penjelasan tyg nyukcag,.,karena tdk mungkin kita membicarakan ini hanya lewat dunia maya ini,,.,,

    kemudian Bli,,.,ttg isi jalan cerita dari Prasasti tsb ,,tyg coba tindaklanjuti dg naPAK TILAS,.,seluruh nusa yg ada kaitannya dg prasasti tsb bahkan sampai ke tnnabet sasak,,.,Trnyata prtisentana ide masih banyak jumblahnya ,,.,walaupun dg kulit dan baju yang berbeda2,,.,,

    tyg tidak mempermasalahkan itu,,.yang penting tyg bisa kdepannya menyama braya dg mereka2 itu,,.,karena sebenarna kita bersaudara,,.,dan spantasnya melanjutkan ajaran beliau yang begtu mulia,Agar Bali tidak lagi terkotak2 Wangsa,,.,,

    Mohon Kalo Bsa Hub tyg Lewat HP BLi,,kalo ada Waktu Pasti tyg Ke Banjar Nyuh,,.,Niki No Tyg 081237549556


    BalasHapus
  3. Om swatiastu guru lan kakiang titiang sareng sami,ampura dumun tiang ten bisa basa bali alus.yg jls tiang 100% asli bhujangga waisnawa he.. Tiang pinggin tau pura-pura BHUJANGGA WAISNAWA yg ada di bali beserta alamat yg jelas.jgn lupa tulis nama yg berstana di pura tersebut,mohon infonya suksma.Dados infonya ke ayu_rhisia@yahoo.com

    BalasHapus
  4. Goes Man>>>>> Pura2 Bhujangga waisnawa di bali yaitu: Pura Kawitan Jati Luwih d Tabanan,,.,Gunung Sari Desa JatiLuwih,,.,,Pura Batu Bolong Badung Banjar Canggu Pantai Canggu,,.,Pura Pedarman Brahmana Bhujangga Waisnawa d Besakih,,.,,

    BalasHapus
  5. Om swatiastu bli, tyang metaken , tempat / letak Pura Bhujangga waisnawa d besakih nike di seblh mnanya nggih ??
    suksme bli

    BalasHapus